Manusia dan Penderitaan

Penderitaan merupakan suatu hal yang keras, suatu hal yang untuk dihadapi, ditanggung dan membuat seseorang tersiksa baik disengaja ataupun tidak disengaja. Penderitaan sama halnya dengan cinta kasih dalam aspek hubungan dengan manusia. Penderitaan akan selalu berhubungan dengan duniawi dan kehidupan manusia. Penderitaan kadang hanya berlaku bagi seseorang dan tidak untuk orang lain. Baik lahir maupun batin dapat dengan mudah terserang oleh penderitaan, tergantung kondisi dan situasinya. Banyak sebab akibat yang berkaitan dengan penderitaan, salah satu contohnya adalah seseorang yang mendapatkan masalah karena perbuatanya dan menanggung derita ats hukuman yang dijatuhkan kepadanya. Kekalutan mental dapat menyerang setiap lapisan masyarakat baik yang menengah atas ataupun bawah dan tidak memandang usia.

Seperti yang diutarakan penulis tadi, siksaan erat hubungannya dengan penderitaan, siksaan adalah salah satu penyebab dari suatu penderitaan. Siksaan sama halnya dengan penderitaan yang dapat menyerang fisik dan batin. Siksaan yang berlebihan dapat menyebabkan depresi berat dan rasa ketakutan yang teramat dalam akan suatu tindakan ataupun ucapan yang dapat menyiksa.
Kekalutan mental atau menurut penulis adalah kegalauan batin seseorang karena tidak kuat mentalnya menerima semua kenyataan pahit yang di alami dan jika berlebihan dapat membahayakan mentalnya sendiri serta buruknya lagi, mentalnya mengalami gangguan dan mempengaruhi tindakan orang tersebut menjadi menyimpang/tidak wajar. Timbulnya kekalutan mental dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keadaan fisik dan batin, lingkungan, dan jalan pikiran yang salah. Dalam segi positif, kekalutan yang dialami seseorang dapat diatasi oleh orang itu sendiri, namun mungkin sulit dan butuh dukungan dari orang terdekat agar dapat memotivasinya menjadi individu yang kuat dalam segi menghadapi kenyataan, dalam segi negatif, sesorang yang tidak mendapatkan dukungan baik dari dirinya sendiri ataupun orang disekelilingnya dapat memasuki suatu fase yang berbahaya yaitu frustasi yang mdidalamnya mencangkup aspek-aspek seperti agresi, regresi, fiksasi, proyeksi, identifikasi, narsisme, autism, menyerah, bahkan dapat pula melakukan suatu hal bodoh seperti bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s